Yesterday, was a great time..
11.11.12
Beranjak dari kebimbangan, atau lebih seringnya disebut dengan kegalauan,,hehe...
Ulfah memutuskan untuk berangkat ke Taipei..
Tidak terasa sudah hampir 1 tahun, menjalani studi master di Taiwan dan disadari atau tidak, waktu benar-bebar terasa lebih cepat disini. Menjalani kuliah di Tainan, Taiwan dengan kondisi pedesaan yang jauh dr Kota Taipei. Yups,, Taipei, ibukota "negara" Taiwan. Actually, Taiwan is not country, yet, (I will explain it later, maybe in the difference article side). Bisa dikatakan baru 3 minggu yang lalu menuju ke Taipei untuk mengunjungi dosen yang berkunjung ke Taiwan.
Oke, back to my trip stories..
sama senior kuliah, berangkat menuju Taipei dengan bus Ubus dengan harga 350 NT (1NT=+-300Rp). Seukuran mahasiswa yang hidup dengan berbeasiswa, menurut saya tiket 350NT (one way), itu merupakan biaya trip yang cukup mahal. Sebelumnya berspekulasi dan berkakulasi panjang mengenai ketercukupan beasiswa untuk 1 bulan kedepan, maka dengan tekad membara saya memutuskan untuk berangkat ke Taipei dengan niat tidak jalan2, tidak shoping2, dan hanya untuk beribadah!! Bismillahirahmanirrahim....
Berangkat pukul 04.00a.m dan tiba di Taipei Main Station (TMS) pada pukul 08.30 a.m (4-5jam perjalanan). Menunggu anggota pengajian di Taipei Train Station..dan..begitu banyak Ulfah liat para pekerja TKI,TKW yang bertemu rekan. Dengan kondisi ini, secara flashback dan mirror, saya mereflkesi apa yang terjadi di negara saya saat ini.
Senior saya berkata bahwa, tempat ini merupakan salah satu tempat berkumpulnya para pekerja Indonesia di Taipei. Menurut saya, ada beberapa tipe gaya dari pekerja Indonesia. Pertama, pekerja yang terkesan dengan gaya yang cukup "memaksakan" mengikuti trend-trend korean style dan pekerja dengan pakaian yg khas, berjilbab. Mencari pekerjaan dengan gaji yang cukup tinggi dibandingkan dnegan bekerja di negara sendiri. Disamping itu semua, yang lebih penting adalah bagaimana fenomena problematika ini muncul baik di kedua negara ini (Indonesia-Taiwan).
Mayoritas pekerja di Taiwan, adalah dari Indonesia (selain dari Vietnam dll). Kata senior saya, permasalahan pertemuan berkelompok di TMS (Taipei Main Station) sudah menjadi issues di Taiwan sendiri. Awalnya, mereka tidak diperbolehkan untuk bertemu di tempat-tempat publik. Namun, karena ada kondisi pemerintah mengadakan acara di tempat umum untuk mengumpulkan para pekerja tsbt. Maka, para pekerja berusaha untuk memprotes kebijakan larangan berkumpul di tempat umum.
Konteks di negara Indonesia pun, lebih menarik. DImana bukan hanya di Taiwan, pekerja pahlawan devisa ini terkesan tidak mendapatkan "human rights" yang layak untuk bekerja di negara asing. SIngapura, Malaysia, Hongkong, dan negara-negara lain sering terdenngar adanya tindak pelecehan, ataupun kekerasan.
Next...to be continued..
Next...to be continued..
No comments:
Post a Comment