Terkadang..
Menunggu seseorang untuk balas dicintai itu tidak terasa sejauh apapun lamanya..
Dulu, saya pun heran, mengapa ada orang dengan bodohnya menunggu seseorang yang tidak jelas arahnya selama bertahun-tahun...
Bukankah lebih mudah, jika kita menerima orang lain..yang ternyata mencintai kita apa adanya..
Bukankah lebih mudah, jika kita membuka diri dengan keberadaan orang lain yang lebih jelas,,
Itupun terbukti dengan adanya kondisiku sekarang ini,
Semua hanya teori,
Semua hanya ilusi,
AKu pun meunggu seseorang tanpa terasa hampir 3 tahun lamanya...
Hahaha... bodoh? mungkin. Naif? mungkin. Egois? mungkin..
Tapi, yang ku tau.. aku menunggu seseorang yang menurutku pantas..
entah "pantas" seperti apa yang ku ungkapkan sekarang ini..
tapi yang ku rasa... "pantas" untuk ada dan menerima hatiku sepenuhnya...
Sejalan beriringnya waktu.. aku pun merasa bahwa, aku dapat memberi tanpa menerima..
selama itupun aku menunggu dan berjalan...
Namun, Aku bukan Tuhan, Aku hanya manusia yang baru kali ini merasakan relanya memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun.. baik itu waktu, asa,ku, hatiku..lagi.
Aku bukan Tuhan, Yang Maha Pengasih, yang dapat selalu memberi tanpa mengharap balasan ataupun membutuhkan makhluk yang lain,
Aku bukan Tuhan, Yang tidak memerlukan seseorang yang selalu disampingnya...
AKu bukan Tuhan, Yang dapat memberikan seluruh hatinya,,, lalu tidak ada yang mengisi kekosongan hatinya,
Aku juga bukan cinta seorang ibu, yang dapat mempertaruhkan nyawanya demi anaknya..
Anugrah cinta yang hanya dimiliki oleh seorang malaikat dunia untuk putra dan putri kecilnya.
Hai... aku pun sadar....
Cintaku memang tidak salah,
Cinta yang lain pun tidak salah,
Selalu rela memberi apapun yang dapat diberikannya...
Namun, di kala waktu..
kita pun akan lelah menanti, lelah mencari, lelah mengisi kekosongan yang ada hati kita..
karena itupun fitrah,
Allah SWT menciptakan seluruhnya berpasang-pasangan...
dan Manusia diciptakan 2 hati untuk saling mengisi...
Aku pun juga lelah..menunggu, mengharap, bahkan mendamba sesuatu yang jelas merupakan dosa yang terbersit dalam hati, ketika mengharapkan seseorang yang bukan milik kita..
Aku pun lelah, daat berpikir terllau jauh, tentang adanya semua kegamangan yang ada..
Di dalam hatiku ini, hanya ada satu kunci untuk merelakan segalanya..
Menerima segala apa adanya, maafkan segala sesuatu yang membuat kesedihan di setiap sudut hati..., dan mengobati rasa kehampaan hati dengan istighfar..
Tuhan,, aku tahu aku mungkin terlalu banyak berharap.
aku tahu aku mungkin terlalu banyak menangis,
aku tahu aku mungkin terlalu banyak bermanja dengan kesedihan-kesedihan yang sebenarnya tidak penting..
Untuk itu semua, aku hanya bersungkur berharap pengampunan dosaku...
Pulihkan hatiku seperti sedia kala..
Tegakkan jiwa dan ragaku untuk selalu bersemangat menyambut takdirmu..
Ikhlaskan hatiku menerima keberadaanku baik di kala jatuh dan bangunku..
Pantaskan kekuatanku di kala jiwa-jiwa ini tidak sanggup untuk menghadapi semuanya...
Amin...
Dan yang ku tau, begitu indah dan ringan rasanya bila kita mencoba untuk melepaskan,
dan percaya bahwa di sanapun Tuhan akan mengirimkan seseorang yang dapat mengisi hati-hati kita yang berkurang sebagian..
Bahkan, terasa indah apabila dapat saling mengisi kehampaan kalbu untuk selalu bermunajat kepadaNya..
Teruntuk Jiwa yang lelah menunggu, lalu bangkit untuk mencari kehidupan hati yang lebih baik.
Tainan, Taiwan.
Dec'16'2013
No comments:
Post a Comment